Para Pahlawan Kegalauan

Jum’at, 13 Mei 2011 ; 06 : 39 : 50

Saya menulis ini ditengah kegalauan. Bagaimana tidak? Coba perhatikan tanggal di atas. ya, saya menulisnya di H-3 pengumuman kelulusan Ujian Nasional, dan H-5 Pengumuman SNMPTN Jalur Undangan. Tapi saya yakin, siswa SMA tahun terakhir di seantreo tanah air juga sedang merasakan hal yang sama. Ada perasaan senang bukan main, karena tak lama lagi saya akan melepaskan seragam putih abu, dan memikul status baru sebagai “anak kuliah”, tapi juga ada perasaan resah, gundah, dan takut dengan porsi yang sama, sampai-sampai saya ga tau harus gimana.

Ibu. Disinilah Ibu saya berperan sangat besar, walaupun mungkin dalam kasus teman-teman, kalian punya tokoh yang lain. Ketika kegalauan itu bagaikan mimpi buruk, Ibu sayalah yang menjadi Aurora dikala fajar, membuat saya terbangun dan melupakan mimpi buruk itu. Ibu saya terus meyakinkan saya kalau saya pasti bisa, kalau saya pasti lulus, kalau saya pasti berhasil. Tapi dengan satu syarat : Percaya.

“Bagaimanapun, kamu harus percaya diri, kamu punya Tuhan, kamu harus percaya padaNya,” kata Ibu saya ketika itu, beliau terisak dan matanya berkaca-kaca, tapi saya yakin itu efek dari bawang yang sedang diirisnya. Atau dengan nada marah, beliau berkata seperti ini : “Ketika kamu ragu akan sesuatu, maka Tuhanpun akan ragu memberimu sesuatu itu” Itulah prinsip yang saya pegang sekarang, bahwa saya harus yakin. Saya harus optimis. Tuhan tak akan pernah membuat kita kecewa. Maka, saya tak tahu apa jadinya saya tanpa Winder Woman itu. Mungkin saya sudah berada di Rumah Sakit Jiwa karena kegalauan yang menyiksa. Terimakasih Tuhan, Engkau memberi hamba Ibu yang seperti beliau. I love you Mum🙂

Tapi bagaimana kalau kegalauan itu datang ketika saya sedang tak berada disekitar Ibu saya?

Merekalah teman-teman saya yang akan memuat saya melupakan dunia nyata. Kalau Ibu saya adalah Aurora, maka teman-teman saya adalah pelangi yang menggantikan awan gelap setelah hujan. Rada lebay sih, tapi yasudahlah.

Teman-teman saya meniupkan rasa senang kedalam ruang-ruang kosong dalam tubuh saya. Membuat saya dikuasai oleh tawa dan bahagia. Kami saling menyemangati, dan kami memilin tangga-tangga dari mimpi-mimpi kami untuk masa depan, dan kami percaya ketika kami besar nanti kami adalah orang-orang sukses yang ditayangkan di TV-TV atau diundang ke acara Talk Show untuk berbagi pengalaman seperti Kick Andy misalnya🙂 . So guys, we have to make it all come true!

Pahlawan saya yang terakhir dan yang paling utama adalah Allah SWT, Tuhan saya (bagi teman-teman nonmuslim, kalian sangat boleh menggantinya degan Tuhan kalian masing-masing). Karna menurut saya, Tuhanlah yang punya kuasa atas segalanya seperti yang Ibu saya bilang. Akhir-akhir ini saya sering bicara sendiri (walaupun saya lebih senang menyebutnya dengan istilah ‘Berdialog dengan tuhan’ atau ‘Merayu Tuhan’). Kalau saya tak ingat saya punya Tuhan, mungkin saya sudah hilang arah entah kemana. Pada-Nya lah saya meminta, saya memohon, dan memelas. Saya menaruh kepercayaan penuh pada Tuhan, bahwa Ia tak akan membuat saya kecewa, karena seperti dalam Qur’an Ia-lah Yang Maha Pengasih dan Penyayang, tak peduli seberapa banyak dosa saya atau seberapa sering saya jauh dari-Nya. Saya tau Ia melihat saya menulis ini, saya Tau Ia dapat membaca pikiran saya dimanapun dan kapanpun.

Itulah yang membuat saya benar-benar malu pada diri saya sendiri, malu pada Tuhan saya. Kenapa?

Saya suka mikir, ketika saya meminta Tuhan ‘melakukan sesuatu’ untuk saya, apa yang telah saya lakukan untuk Tuhan?

Ketika saya memohon agar Tuahn memberi apa yang saya mau, apa yang telah saya berikan untuk Tuhan?

Maka dari itu, saya bukan so’ alim, saya cuma malu dan mau berusaha sebaik mungkin untuk berdoa dan beribadah. Meskipun saya tau saya tak mungkin akan sesempurna Nabi dan para Rasul. Meskipun saya tau sebetulnya Allah tak memerlukan pemberian saya karena Ia Maha Segalanya.

Saya hanya akan melakukan yang terbaik yang saya bisa. Untuk Tuhan, Bangsa dan Almamater. Untuk Ibu, teman-teman dan Tuhan saya (lagi). Untuk ‘Para Pahlawan Kegalauan’

Posted On May 12th 2011

http://zaemhakim.tumblr.com/post/5445111534/para-pahlawan-kegalauan

This entry was published on January 7, 2012 at 2:24 am and is filed under Uncategorized. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Say Something

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: