Tentang Pahlawan Saya

Saya mau nulis. tapi saya ga punya cukup inspirasi buat nulis topik kali ini. tapi saya mau nyoba pokonya! entah kenapa otak saya dibuat bisu oleh topik tentang “beliau”, seperti beliau mebuat bisu seisi kelas ketika beliau masuk. tapi hari itu lain dari biasanya. setelah beliau ngebahas soal (saya skip bagian ngebahas soal karena pasti boring), beliau tiba tiba duduk. termenung. beliau mau bicara sepertinya, tapi tak kunjung juga bicara. bola matanya yang coklat teduh menyapu semua sudut kelas. kami dibikin bingung, dengan sedikit lebay, kami dibuat resah gundah gulana. tiba tiba aja beliau angkat bicara.

” ananda, ini pertemuan kita yang terakhir..” deg! jantung saya rasanya mau copot. Beliau yang berwatak keras dan terkenal killer, tiba-tiba berbicara dengan begitu lembutnya. kami diam.

sebenci-bencinya kami pada guru manapun, nanar rasanya kalau guru tersebut menlafalkan kata-kata perpisahan.meskipun dalam kasus ini, kami tak benci pada beliau.

“maafkan bapak, mungkin semua merasa jiji  kepada bapak, ” saya sengaja bold kata tersebut. tiba-tiba saya mau mengis mendengar itu. tak hanya saya ternyata, semuanya saling pandang kemudian menunduk. ‘kami ga jiji pak, sumpah….’

”..tapi yang jelas, bapa melakukan semuanya karena bapa sayang. terkadang bapa juga merenungi sifat tersebut. bapak ingin membuat semuanya senang. tapi itulah watak bapak, keras, ceplas ceplos, itulah bapak. ” kembali kami dibuat diam. saya mau bungkam mulut beliau. saya mau bungkam. saya ga tahan sejujurnya mendengar beliau berkata seperti itu. siapa bilang bapa kasar? siapa yang bilang bapa suka ceplas ceplos? kami tau itu untuk kebaikan kami pak…..

“… ujian sebentar lagi, kalian harus jaga kondisi, kalao perlu minum multivitamin. persiapkan semuanya dengan baik. bapak sudah mohon kepada para guru agar kalian di permudah. ngelehanlah ka budak mah (mengalah lah, sama siswa). tapi terkadang banyak guru yang tak mengerti, sebetulnya bapa juga mau membuat guru-guru senang, tapi apa daya, kalian prioritas utama. bapa sering tak bisa tidur hanya gara-gara memikirkan nilai kalian… ” inilah yang saya suka dari beliau. beliau tak pernah mempersulit apapun dari kami. ga adil rasanya, kalo beliau sendiri men-judge diri beliau seperti itu. sebagai wakasek kurikilum saya rasa beliau adalah yang terbaik, mengerti siswa itu seperti apa. beliau menguras semuanya untuk kami, meskipun saya tahu, tak semua orang tau sifat beliau yang itu.

“sekali lagi maafkan bapak, bapak tak mau naif. semuanya anak bapak, yang pesek anak bapak, yang mancung anak bapak, yang cakep anak bapa, yang cantik anak bapak, yang bahenol epok cendol juga anak bapak…” inilah titik kulminasi kesedihan saya, saya tak dapat mendeskripsikan cara beliau mengatakan itu semua. yang jelas kami semua terdiam mendengar semuanya. tapi kemudian tertawa oleh kata-kata bahenol itu. itulah kehebatan lain dari beliau, selalu menyusupkan humor-humor yang membuat kami tertawa, meski beliau sendiri tetap dengan straight face.

Semuanya, mengenal beliau sebagai guru killer, sama seperti saya pada awalnya. tapi dibalik semua itu, beliaulah pribadi guru yang sebenarnya. berkomitmen dengan “lebih cepat lebih baik”, seorang figur pahlawan menurut saya, bapak, dan guru yang baik. selama ini beliau selalu memasukan kutipan kutipan ayat Quran tiap pelajarannya. menceritakan tentang teknologi-teknologi terbaru, atau film-film science fiction? ya beliau tau semuanya, sampai drama-drama korea beliau tahu. bahkan sampul bukunyapun salah satu boyband negri ginseng itu. segala kebaikan dan pengabdiannya beliau tutup rapat dengan cangkang yang tak disangka oleh semua orang.

Saya mau meminta maaf disini. lewat tulisan ini. saya juga mau mengucapkan terimakasih. meskipun saya tahu, panjangnya tulisan inipun tak akan cukup untuk menyampaikan semuanya.

Saya senang kalau beliau dengan mata yang berbinar-binar dan penuh kebanggaan, menceritakan alumni-alumni kami yang sukses, agar kami mencontoh mereka. saya senang ketika beliau tak hanya mengucapkan motivasi-motivasi kosong tak berguna yang hanya berlaku dikelas, tapi beliau lah role modelnya. saya senang ketika beliau berkoar koar tentang drama-drama korea kesukaannya. saya senang ketika beliau tak membebani siswa dengan sesuatu semacam lari 30 putaran, atau lompat dari 10 meter. saya senang ketika beliau dengan muka yang tanpa ekspresi membuat kami tertawa terpingkal-pingkal. saya senang ketika beliau menerangkan aplikasi pelajarannya pada teknologi terkini, atau bahkan masa depan. dan itulah kesenangan-kesenangan yang sudah habis masa berlakunya, kesenangan yang akan segera kadaluarasa, kesenangan yang betul-betul menjadi kenangan,  karena kami tak akan lagi merasakannya. tak akan lagi.

beliau mengakhiri pelajaran hari itu dengan salam yang biasa. dengan langkah tegar yang biasa. dengan ekspresi yang biasa. dengan semua ciri khas beliau yang biasa. yang akan kami rindukan nanti. nanti. nanti. nanti. nanti. ya, nanti. ketika kami telah mengenakan medali kelulusan. ketika kami membuatnya tersenyum dengan hasil ujian kami yang memuaskan. saya tak mau mengecewakan beliau, tak mau menyia-nyiakan jerih payah beliau. saya mau melihat beliau tersenyum, tulus dan bangga. karena sejujurnya saya belum pernah. saya mau nama kamilah yang diteriakkan dengan penuh kebanggaan, kepada adik-adik kami nanti. nanti. nanti. nanti. nanti. ya,sekali lagi  nanti. ketika kami telah meninggalkan almamater ini. ketika kami telah berjalan sendiri-sendiri, ketika kami tak lagi menjadi seorang anak yang membuat beliau kecewa. ketika itu, kami kunjungi alamamter kami, menyalami beliau dan memberitahukan bahwa kami telah menjadi putra-putri yang sukses dan membanggakan almamater, keluarga, dan negara kami. Aji. Ajen. Anoraga

Posted On March 11th 2011

http://zaemhakim.tumblr.com/post/3803847305/http-mrdreamr-tumblr-com-article-28s-29

This entry was published on January 7, 2012 at 2:22 am and is filed under Uncategorized. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Say Something

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: