Cerita Tentang Nama

 

Shakespeare bilang, apalah arti sebuah nama? Terkadang orang-orang bilang nama adalah doa. Namun disadari atau tidak, pasti seseorang mempunyai sejarah tersendiri tentang namanya. Misalnya saja anak bernama Gerhana yang dilahirkan pada saat gerhana. Atau Presiden pertama kita, Soekarno, Soe bererti bagus, Karnos berarti berbicara, ini sangat hebat bagaimana Bung Karno dikenal dengan kepiawaiannya berargumen. Lain Lagi dengan Soeharto, kata Harto yang berarti harta mengindikasikan kekayaan beliau.

Itulah nama, mempunyai kekuatan dan arti tersendiri. Bisa saja sebuah nama menentukan jalan hidup kita nantinya. Kenapa? karena terkadang nama menjadi faktor keberuntungan seseorang, seperti misalnya nama beken. Atau nama juga menjadi tanda ‘limited edition’-nya seseorang, yang akan menjadi ciri khas.

Bicara tentang nama, tentu saja saya punya sejarah tentang nama saya. Saya terlahir dengan nama lengkap Zaelani Maulana Yusuf. Bagi orang-orang yang mengenal saya, nama itu akan terdengar sedikit ganjil ditelinga. “Hah? Yusuf? Sejak kapan nama lo Yusuf?” atau “ah ngarang hahaha!” dan berbagai reson lainnya. Tapi itulah fakta lapangan yang saya baru ketahui beberapa hari lalu. Zaelani Maulana Yusuf menjadi nama saya selama beberapa bulan sebelum sesuatu terjadi.

Berbulan-bulan berlalu setelah kelahiran saya, sebuah rumor di daerah saya menyeruak. Kabar burung itu mengicaukan kalau saya telah lahir sebagai anak tak lengkap. Setiap Ibu saya lewat, mereka bersikeras kalau saya lahir tanpa kedua lengan. Astagfirullah, saya ga nyangka ngedenger itu. Ibu saya biasa saja, toh berita itu tidak benar kan? Karena anak buntung itu sedang mengetik kisah ini dengan jari-jari dari kedua tangannya. Tapi badai tak sampai disitu, mulai muncul delikan, cibiran, dan hinaan. Kalaupun memang benar saya tak berlengan, apa salahnya? Bukan aib atau bencana bagi mereka saya pikir.

Ibu saya mulai frustasi menjadi headline ibu-ibu sekitar rumah. Dengan hati yang kesal, ibu saya menjadi ‘tukang pamer’, setiap beliau keluar rumah, beliau akan membawa saya yang tanpa dibalut sehelai kainpun. Ke Posyandu, ke warung, ke rumah nenek, belaiau tunjukan sama semua orang kalu putranya lahir sempurna.

“Biarin kamu dingin, asal orang-orang tau kamu normal.” tutur ibu saya. Pada klimaksnya, ibu saya yang gerah mengumpulkan para tetangga dan ‘Sang Pembuat Rumor’ di Masjid dekat rumah. Beliau telentangkan saya di hadapan semuanya, ditunjukannya saya dengan bangga, mengacungkan kedua tangan saya. Penghakiman saya sebagai anak tak berlengan berakhir saat itu, dan membuat ibu saya berpikir agar saya tak menghakimi orang lain di masa depan, agar saya menjadi penegak hukum yang adil. Anak dalam buaian ibu saya merengek, karena mulai saat itu, namanya menjadi Zaelani Maulana Hakim. “Pemimin pria yang menjadi penengah yang adil.”

Bagaimana sejarah nama kamu?

This entry was published on January 10, 2012 at 3:12 am and is filed under Uncategorized. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

One thought on “Cerita Tentang Nama

  1. anissoraya on said:

    coba saya cari tahu dulu sejarah nama saya ya.. ehhehe🙂

Say Something

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: