Cerita Tentang Belanda, Darah dan Daging

Mungkin judulnya terlalu menyeramkan buat sebuah artikel blog, dan lebih pantas muncul di headline sebuah rubrik kriminal di koran-koran. Tapi tunggu dulu, sebaiknya teman-teman baca dulu artikelnya sampai habis, semua ceritanya berawal dari sini. Saya lahir dan dibesarkan di Bandung, kota yang notabene pesat sekali pembangunannya, dan dulu sempat disebut labnya arsitektur dunia hanya karena hampir semua tipe bangunan dari seluruh dunia pernah dicoba di Bandung yang sampai saat ini, bangunan-bangunan itu masih berdiri angkuh, kokoh dan anggun bak noni-noni di jantung kota, salah satunya yang paling saya cintai ialah gedung karya trio Hulswit, Fermont, dan E. Cuypersgedung: Bank Indonesia. Tiap kali liat bangunan itu, saya jadi berpikir betapa hebatnya pola pikir dan inovasi yang diciptakan arsitek Belanda ini. Bagaimana tidak, haruslah punya otak yang keren untuk mengadaptasi bengunan seperti itu ke negara saya, yang pastinya ada perhitungan matang dari segi pondasi, pencahayaan, maupun perpaduan antara gaya neo klasik, renaisans, dan ukiran candi hindu tradisional disini. Banyak gedung-gedung dan rumah-rumah baru, namun kerap kali bangunan-bangunan ini tak kalah oleh jaman.

Usut punya usut, ternyata Belanda sudah punya tradisi dan sejarah inovasi yang panjang. Kita semua tau kalo tanah Belanda itu berada dibawah permukaan laut, dan bayangkan saja ketika air laut bisa mengancam warga Belanda tiap menitnya, keadaan ini mendesak Belanda buat menciptakan sistem tanggul dan kanal air yang super canggih seperti The Zuiderzee Works yang berfungsi untuk melindungi Belanda dari laut utara, dan bahkan proyek ini masuk ke 7 Modern Wonders of the World ! Rupanya, keadaan untuk berpikir keras ini menular dari nenek moyang ke anak cucu hingga cicit. Kalo diasosiasikan dengan tokoh kartun, menurut saya orang Belanda adalah Piglet, yang selalu berkata “think, think, and think!” Kreativitas orang-orang Belanda ini sangat menginspirasi, kita diajarkan untuk berpikir terbuka, pragmatis, dan keluar dari kotak, karena perlu rasanya untuk mengeksplorasi sesuatu diluar batasannya, aplikasi dari cara berpikir orang Belanda ini bisa dilihat dari Wozoco Apartment dan The Cube House yang dikategorikan Coolest Home Designs.

 

Wozoco ini menyiasati aturan pemerintah agar tiap unit hunian mendapat pasokan cahaya matahari yang cukup, sedangkan Piet Blom merancang The Cube House untuk melwan gravitasi bumi dan biar terlihat beda, ya kreativitas Belanda ini selalu ingin menggali sesuatu yang baru dan beda sehingga mereka menciptkan kiblat desian mereka sendiri sampai mereka dianugrahi posisi ke 9 untuk Most Innovative Country.

Tak hanya itu, 10 besar Most Creative Countries pun disabet Belanda. Gelar itu dibuktikan dengan dipilihnya Amsetrdam RAI sebagai Best International Venue, selain itu konsep Zef Hemel tentang creative city juga membuat Richard Florida mendaratkan hatinya pada Amsterdam untuk jadi psat kreatif dunia. Belanda sebagai negara paling padat di Eropa dengan luas negara yang kecil, menuntut warganya untuk kreatif memanfaatkan ruang, itulah sebabnya mereka menjunjung tinggi nilai-nilai arsitektur, seni, dan desain. Mereka mampu menciptakan solusi dari masalah mereka sendiri, dan berpikir lebih “luas “dari negaranya, tanpa merusak, atu mengahbiskan banyak uang. Karya-karya para arsiteknya sudah lebih dari sekedar desain bangunan, tapi juga hasil pemikiran konkret dan terpadu tentang perencanaan kota. Jadi rasanya tak muluk kalau Belanda masuk dalam daftar World’s Best Contry.

 

Sudah 500 kata nih teman, harus segera diakhiri. Yang jelas, kita semua tentu bisa belajar dari negara yang menjadi “Induk” kita selama 350 tahun itu, bahwa kita itu boleh berpikir keluar batas untuk menjadi kreatif, dan harus mau berpikir keras, dan selalu bertanya pada diri sendiri “apa yang bisa saya ciptakan atu lakukan?”, dan jelasnya lagi orang-orang Belanda mengajarkan kita untuk tak hanya membaca dan mengikuti sejarah inovasi dan kreativitas, tapi buatlah sejarah kreativitas kita sendiri! Apa kata orang bahwa “God Created Earth, but The Dutch Created The Netherland” itu benar adanya, karena di Belanda kreativitas dan inovasi itu bukanlah sesuatu yang baru melainkan sudah menjadi darah dan daging.

This entry was published on April 30, 2012 at 9:27 pm and is filed under Uncategorized. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Say Something

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: