About Us In The Future

Have you ever heard about Question Mark Wall? Tempatnya di Utah Amerika sana, Sudah banyak pendaki yang mencoba mendaki dan berhasil! Tapi di balik tebing bertorehkan tanda tanya ini ada beberapa pertanyaan sebesar tanda tanyanya. Tak pedulu seberapa tinggi kita mendaki, kita perlu bertanya dan berefleksi: Gimana bisa gua ada disini? gua udah ikutin jalan yang bener belum sih? apakah gua sesuai target? Kendala apa yang ada diatas? trus cara ngatasinnya gimana? Gua jelas ga sih sama arah gua pergi? Gua nyadar ga ya sama orang-orang yang kemungkinan bisa nolong selama perjalanan gua?

What do you mean Zae? Jadi begini, kita sebenernya ga perlu mengajukan pertanyaan itu pas kita mau mendaki, tapi kita anggap puncak gunung itu tujuan akhir kita dalam hidup, nah sekarang coba jawab pertanyaan-pertanyaannya. Karena seringkali kita itu gatau kita mau jadi apa, ato malah ikut-ikutan temen atau trend. Kadang kita mu jadi dokter hanya karena temen banyak yang mau jadi dokter, ato kita mau jadi pebisnis karena mau kaya dan duitnya banyak, padahal kemampuan kita di seni, misalnya. Kita keukeuh maksain, and realize it or not in the end things are not like what we used to think, kemampuan kita di seni tapi masuk teknik fisika cuman biar kedengeran keren, dan akhirnya kuliahnya luntang-lantung ga jelas, ternyata ga bener. Nah sebelum menentukan akan seperti apakah kita di masa depan, baiknya kita mengajukan pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas.

Sempet ada pertanyaan gua udah ikutin jalan yang bener belum sih? have i been following the correct path? Maksudnya disini, kita itu udah mengikuti jalur yang bener sesuia diri kita, atau melenceng ngikutin orang dan mau kedengeran keren? Yes guys, it is about Path. Jalan. Ternyata apa yang dituturkan Al Qur’an tentang bahwa setiap manusia itu adalah pemimpin ada benernya. Kita itu pemimpin, khususnya bagi diri sendiri. so whats the connection between leader and path? usut punya usut, Leader comes from Indo-European. “Lea” means path and “der” means finder. so a leader is a pathfinder.  Pemimpin itu penemu jalan, pembaca tanda adan petunjuk-petunjuk, termasuk tenatang dirinya. Leaders see and show the way. Nah pertanyaan lagi, apakah kita sudah melihat jalan kita? kalo udah, tunjukin jalannya ke diri kita sendiri, supaya kita menemukan “kita” di masa depan yang sesuai path. Dan kita ga bisa nolong orang lain nemuin jalan mereka sebelum kita menemukan jalan kita. Jangan sampai kita di masa depan bilang “gua mau balik ke jaman dulu dan memperbaiki semuanya” not to be rude, but there is no time machine baby.

Dulu, profesor dari University of North Carolina, Dr Gerald Bell, ngelakuin survey “if you could live your life over again, what would you do differently?” dan kebanyakan dari mereka jawab kaya gini:

  • I should have taken charge of my life and set my goals earlier. (Gua seharusnya udah ngurusin idup gua semdiri, dan menentukan tujuan hidup sebelumnya)
  • i would have taken better care of my health (gua bakal udah jaga kesehatan)
  • i would have managed my money better (aduh harusnya ga boros deh)
  • i would have spent my time with my family (gua mau menghabiskan banyak waktu sama keluarga tercinta)
  • I would have spent more time on personal development (gua bakal udah ngabisin waktu buat ngembagin diri)
  • I would have had more fun (gua harusnya punya waktu bersenang-senang lebih banyak)
  • i would have planned my career better (seharusnya gua ngerencanain karir gua dengan lebih baik)
  • i would have given more back (gua harusnya udah lebih banyak berbagi)

Sementara orang-orang yang follow their path mereka mampu mebaca petunjuk-etunjuk yang membimbing mereka menjadi mereka yang sekarang, mereka sangat jelas tentang kemana mereka akan eprgi, mereka menyadari dan menghargai kemampuan mereka sebagai suatu hadiah yang alami, mereka mau berkorban untuk membuat kontribusi besar untuk hisupnya dan hidup orang lain, dan mereka mengikuti apa yang membuat mereka bahagia (maksudnya mereka ga so-soan masuk kedokteran padahal mereka udah tau bakal tersiksa karena ga suka). So once again yes it is abouwhere you will go, it is about PATH. People who apear to hwlp us fulfill our purpose. Actions taken on opportunities. Thoughts that help us create a life of meaning and significance. and Moment of Happiness and bliss. So where will you go? what will you do differently? Jangan sampai kita mempunyai penyesalan-penyesalan seperti di atas. Life is not practice, it is real thing.

This entry was published on May 10, 2012 at 10:14 am and is filed under Uncategorized. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Say Something

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: