Tentang Kuliah

Halo, sebelumnya tulisan ini didedikasiin buat adik-adik yang nanya-nanya di twitter tentang kuliah, beasiswa, dan sebagainya. Tulisan ini bakal saya bagi jadi 3, yang pertama a yang ini yaitu tentang kuliah, garis besarnya gimana, pilih jurusan apa dan sebagainya. Kedua, tulisannya bakal tentang kuliah dimana, pilih universitas, dan sebagainya. Ketiga baru saya bakal bahas tentang beasiswa.

First of all saya mau nanya gimana nih adik-adik kelas 12 kabar dan impression-nya jadi senior class? Buat saya menjadi seorang senior year student itu menggembirakan sekaligus menyedihkan, but dont worry, i’ve been on your shoes and gratefully alive. Ketika menjelang ujian pun saya merasakan gimana rasanya jadi kalian yang saya tuangkan ke dalam tulisan Di Akhir Masa SMA .

Kelas 12 itu tahun, dimana menurut saya, kita emang udah harus dewasa dan tau diri, karena akan ada banyak keputusan yang kita ambil sepanjang tahun dari mulai mau dewasa atau kaya anak kecil, kuliah apa langsung kerja, kampus negri atau swasta, disini apa disana, dan sebagainya. Sampai-sampa terkadang bersantai menjadi sesuatu yang ‘haram’ Yang biasa nongkrong depan WC ato dimanapun coba deh mending di perpus, ada masa ketika kita anggep kalo kalkulus dasar lebih cantik daripada adik kelas cantik yang lewat. Kenapa? karena kalau kalian ga cukup serius tentag masa depan kalian, pada akhirnya ketika orang lain bilang “gua diterima di kampus ini” kalian cuman bisa gigit jamulai lagi dar awal. Pilih yang mana?

Sedikit gambaran tentang kuliah yang mungkin adik-adik sudah tau dari guru Bk dsb. Kuliah adalah masa dimana setiap orang terpaksa harus benar-benar menonjolkan sisi individu, ga ada istilahnya dateng pagi banget buat nyontek, ato bayar temen sekolompok cuman buat masukin nama di cover karya tulis, no way. Kuliah menuntut kita untuk memanage diri kita sendiri, memanage waktu, menyikapi dan memecahkan masalah. Toleransi menjadi hal yang sangat jarang, misalnya kalo di SMA terkadang guru mentoleransi PR kita ato apalah, kalo kuliah ya cuman du pilihannya “kerja keras” atau “mengulang”. Tapi ga seserem kedengerannya kalo kita sigap dan penuh persiaan.

Selanjutnya, saya waku itu termasuk siswa yang bingung karena saya punya banyak pilihan jurusan, walaupun pada akhirnya saya memutuskan menulis Kuliah yang sedikit banyaknya menggambarkan kenapa saya memilih jurusan tertentu. So guys, kalo bicara masalah jurusan kalo menurut saya, latar belakangnya harus kuat. Trik dari saya sih kaliah harus tau dulu Passion kalian apa. Passion itu sesuatu yang menyelipkan kebahagiaan ketika kalian mengerjakan hal tersebut, ga ada beban, sesusah apapun pasti dicoba karena penasaran, dan bikin lupa waktu. Misalnya, saya kalo ngerjain technical drawing-nya bu Inten tuh, pelajarannya saya tunggu-tunggu terus, rasanya seneng aja, menantang ga masalah seberapa bikin stress kata orang-orang tapi saya enjoy ngerjainnya, saya ga pernah menganggap PR dari Bu Inten sebagai tugas, tapi lebih kepada hiburan. Itulah passion, membuat bekerja seperti bermain dan bermain seperti bekerja. Dari passion itu kita tau kita mau jadi apa. Makanya jangan heran kalo ada orang yang doyan banget ngerjain soal-soal yang di kasih guru Fisika dengan enteng ngerjainnya, nah itu passion mereka.

Tips kedua dari saya adalah Follow Your Path. Maksudnya gini, ketika kita udah nemu passion, misalnya saya di Technical Drawing, saya mutusin ngambil arsitektur, planologi, atau teknik sipil. Tapi tiba-tiba saya pilih HI, Kedokteran, sama Pertambangan karena malu sama temen-temen, ato biar kedengeran keren ato lebih lagi karena orang tua pengen. Itu berarti saya ga follow path saya, saya keluar jalur. Orang-orang yang ga mengikuti ‘jalan’ mereka nantinya bakal nyesel, ketika seseorang dengan passion dan bakat di design interior tetapi dia ngambil akuntansi karena ga sesuai passion kuliahnya jadi luntang lantung ga jelas, dan setelah lulus nyesel, gamau jadi akuntan, akhirnya nganggur, tentunya kita gamau jadi seperti itu. Meskipun uang dan kerja ga jadi motivasi. Kalo masalah pilihan orang tua, lebih baik bicara baik-baik, kalo saya seneng di bidang ini, dan saya bisa mebuktikannya, dan akan tetap membuat ayah dan ibu bangga dengan pilihan saya. Tapi inget, yang dipilih harus bener-bener sesuai passion, bakat, dan path kalian.

Setelah punya jurusan-jurusan yang di inginkan tulis yang gede banget, tempel di kamar sebagai pengingat dan motivasi buat ngejar target. Bahkan saya jadiin wallpaper hp biar kalo liat hape saya inget tujuan saya apa. Setelah itu mulai cari info lebih lanjut tentang jurusan itu, apa yang harus dikuasai sebelumnya, kuliahnya kaya gimana, prospek masa depan seperti apa dan sebagainya. So what’s your passion?

 

N.B: Itu yang di Bold tolong di klik ya, itu adalah tulisan-tulisan saya yang berhubungan dengan tulisan ni, cheers.

This entry was published on July 28, 2012 at 6:51 pm and is filed under Uncategorized. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

One thought on “Tentang Kuliah

  1. Pingback: Mahasiswi?? « Dua Kali Sewindu

Say Something

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: