Tentang Ibu

Dont worry mother, i will find something useful to do with my life

Alice (Alice In The Wonderland)

Im thinking about all of the words that can describe “Mother”. It is not a Mother Day yet, but i can say it is “My Mother Day” (11/08). So, happy birthday to a beautiful woman there that never stops raising both of her hands praying for me. And hang on, im writing this post not only for my mum, but also for all mothers in the world. You can keep on reading.

Untuk beberapa saat, saya smpat bertanya-tanya, apa yang akan saya tulis tentang ibu? Tau apa saya? Bagi seorang anak pria, rasanya sulit mengatakannya, tapi bu, saya bisa bilang kalau ibu adalah pahlawan saya, dan saya sayang ibu. Semua orang boleh lempari saya dengan batu kalau saya bilang ibu tak ada disana ketika saya butuh. NYatanya ibulah yang berlari dibawah terik matahari, dan mencoba tak berlindung diri dari hujan berpetir hanya demi saya. Walaupun terkadang, IIbu mengendap-ngendap dan berpura-pura tak melakukannya, padahal saya bisa lihat dari wajah kelelahan ibu ketika terlelap, tetap ibu tak mengatakan sepatah kata apapun untuk megeluh. Mum, i can never thank you enough, rasa terimakasih saya tak akan pernah cukup.

Bu, taukah ibu, ketika saya marah, ketika saya kecewa atau ketika saya membuat ibu kecewa, dan ketika membuat ibu menangis, saya tak benar-benar berniat melakukannya, atau setidaknya saya tidak melakukannya dengan hati. Ampuni saya. Karena sejujurnya, ibu tetap disana, dibagian hati yang tak oleh diusik dan digantikan. Jadi ibu tolong jaga kesehatan, biar ibu bisa selalu melihat saya pulang dengan senyuman.

Maafkan saya, pertama untuk masa-masa ketika saya menjadi beban yang harus ibu tanggung, ketika saya terlahir dan hampir membuat ibu menghembuskan nyawa, dan untuk semua kesakitan yang harus ibu derita. Kedua, maafkan saya untuk segala kerepotan yang ditimbulkan, kegaduhan, kotoran, dan semua hal ketika saya mulai berjalan dan bicara. Ketiga, maafkan saya, ketika saya harus ke sekolah dan tetap tak berhenti merepotkan, maafkan saya untuk waktu tidur ibu yang tak pernah cukup, dan waktu pagi yang tak pernah mudah. Keempat, maafkan saya untuk hal-hal tak masuk akal ketika saya mulai tumbuh dewasa, untuk ucapan saya, dan perilaku saya yang patut. Kelima, dan yang terakhir, maafkan saya untuk semua kata yang tidak bisa saya ucapkan ketika ibu berada di hadapan saya, untuk segala sesuatu yang tak saya laksanakan dengan benar, untuk semua badai dan kekacauan, masa-masa ketika saya lupa, kemarahan hati yang saya pendam, untuk hal-hal yang tak saya ketahui dan mengerti, maafkan saya ketika saya tak mau peduli, maafkan saya karena saya tak disana ketika ibu berlari di bawah matahari, dan berjalan getir dibawah hujan, dan maafkan saya untuk setiap tetes air mata yang ibu keluarkan karena saya. Ampuni saya untuk kesekian kalinya.

Kalau saya boleh ungkapkan, saya mau berterima kasih, karena rasanya saya tak pernah mengatakan kata itu. Pertama, terimakasih untuk tidak menyerah selama sembilam bulan penuh kesulitan, mengusap dan meniup kepala saya, sembari mendoakan saya ketika ibu menyusui saya dimalam hari. Kedua, terimakasih untuk bersabar selama masa-masa saya berlari kesana kemari, berteriak, menangis, mengotori, mengusap dan meniup kepala saya, sembari mendoakan saya ketika ibu mencoba membuat saya tertidur. Ketiga, terimakasih untuk kehangatan selama masa-masa saya harus bangun pagi kesekolah, pelukan, kecupan, sarapan, dan berlari untuk mengingatkan bahwa saya harus menjadi anak yang baik, mengusap dan meniup kepala saya, sembari mendoakan saya ketika ibu menyusupkan sesuatu di kantong kemeja seragam saya. Keempat, terimakasih untuk semua pengorbanan, dan keringat yang tak terusap, selama masa-masa saya tumbuh dewasa, menasehati saya, dan melakukan yang terbaik untuk saya, mengusap dan meniup kepala saya, sembari mendoakan saya ketika ibu menyambut saya pulang di hari-hari yang larut. Kelima, dan yang terakhir, terimakasih untuk kebahagiaan keil yang ibu selipkan kepada saya ketika saya melihat ibu tersenyum dan tertawa, terimakasih untuk membuat saya menjadi saya yang sekarang, percaya pada mimpi-mimpi saya, mengingatkan saya bahwa tak ada keringat yang tak dibayar, meraih saya ketika saya hendak menyerah dan jatuh, doa-doa ditengah malam, mengusap dan meniup kepala saya, sembari mendoakan saya ketika ibu memeluk saya sebelum saya menutup pintu taxi dan meninggalkan ibu dibelakang saya ketika saya pergi. Saya rindu.

Saya mau ibu agar tetap ada disana mendoakan saya, agar ibu menjaga kesehatan ibu, tetap kuat, dan tegar. Saya meminta keridhoan ibu, agar saya bisa pulang dan menjadi anak yang seperti Ibu harapkan. Saya sayang Ibu.

This entry was published on August 10, 2012 at 1:51 am and is filed under Uncategorized. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Say Something

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: